Kamis, 16 Juni 2011

Binatang Aneh Yang Masih Ada Hingga Sekarang

Hewan adalah salah satu ciptaan allah yang hidup berdampingan bersama kita di bumi ini,tapi taukah anda tentang beberapa hewan yang mungkin belum pernah anda lihat sampai sekarang ,,,,,,,,,
  jangan kawatir...... saya akan menunjukkan beberapa hewan yang mungkin belum pernah anda lihat....


Berikut ini adalah foto-foto binatang yang paling aneh yang pernah ada di muka bumi ini, dan yang lebih mengherankan lagi, semua hewan ini masih eksis sampai sekarang…mw liat kan?

Aiieaiie Ayeaye

Aksolotal Axolotl

Alpaka Alpaca

Angora Rabbit

Blobfish

Dumbo Octopus

Emperor Tamarin

Frill-necked-Lizard

Hagfish

Komondor Dog

Narwal

Proboscis Monkey

Pygmy Marmoset

Red Panda

Saki Monkey

Shoebill

Shoebill 2

Starnosed Mole

Suckerfooted Bat

Sun Bear

Tapir

NEUTRINO

Neutrino adalah suatu partikel dasar. Neutrino mempunyai spin 1/2 dan oleh sebab itu merupakan fermion. Massanya sangat kecil, walaupun eksperimen yang terbaru (lihat Super-Kamiokande) menunjukkan bahwa massanya ternyata tidak sama dengan nol. Neutrino hanya berinteraksi lewat interaksi lemah dan gravitasi, tak satu pun lewat interaksi kuat atau interaksi elektromagnetik.
Neutrino tercipta sebagai hasil dari beberapa jenis peluruhan radioaktif tertentu atau sebagai karena reaksi nuklir seperti yang terjadi di Matahari, pada reaktor nuklir, atau ketika sinar kosmik membentur sekelompok atom. Terdapat tiga jenis (atau "cita rasa)" dari neutrino: neutrino elektron, neutrino muon, dan neutrino tauon (atau tau neutrino); dan masing-masing jenis juga memiliki antipartikel yang sesuai, yang disebut antineutrino. Neutrino (atau antineutrino) elektron dihasilkan ketika suatu proton berubah menjadi neutron (atau suatu neutron menjadi proton), yaitu dua bentuk dari peluruhan beta. Interaksi yang melibatkan neutrino dimediasi melalui proses interaksi lemah.
Karena dalam proses interaksi lemah penampang nuklir sangat kecil, neutrino dapat melewati materi nyaris tanpa halangan. Untuk neutrino-neutrino tipikal yang dihasilkan di dalam Matahari (dengan energi beberapa MeV) diperlukan kira-kira satu tahun cahaya (~1016m) timbal untuk memblok setengah dari jumlahnya.

[sunting] Sejarah

Deteksi pertama dari neutrino
Neutrino pertama kali dipostulatkan pada Desember, 1930 oleh Wolfgang Pauli untuk menjelaskan spektrum energi dari peluruhan beta, yaitu peluruhan sebuah netron menjadi sebuah proton dan sebuah elektron. Pauli berteori bahwa sebuah partikel yang tak terdeteksi menjadi penyebab perbedaan antara energi dan momentum sudut dari partikel-partikel di awal dan di akhir peluruhan. Karena sifat "hantunya", deteksi eksperimental pertama dari neutrino harus menunggu hingga 25 tahun sejak pertama kali didiskusikan. Pada 1956, Clyde Cowan, Frederick Reines, F. B. Harrison, H. W. Kruse, dan A. D. McGuire mempublikasikan artikel "Detection of the Free Neutrino: a Confirmation" dalam jurnal Science (lihat percobaan neutrino), sebuah hasil yang diganjar dengan Hadiah Nobel 1995.

KISAH ALHALLAJ

Ilustrasi Al-Hallaj
Husain ibn Mansur al-Hallaj atau biasa disebut dengan
Al-Hallaj adalah salah seorang ulama sufi yang dilahirkan di kota Thur yang bercorak Arab di kawasan Baidhah, Iran Tenggara, pada tanggal 26 Maret 866M. Ia merupakan seorang keturuna Persia. Kakeknya adalah seorang penganut Zoroaster dan ayahnya memeluk islam. Al-Hallaj merupakan syekh sufi abad ke-9 dan ke-10 yang paling terkenal. Ia terkenal karena berkata: "Akulah Kebenaran", ucapan yang membuatnya dieksekusi secara brutal.
Bagi sebagian ulama islam, kematian ini dijustifikasi dengan alasan bid'ah, sebab Islam tidak menerima pandangan bahwa seorang manusia bisa bersatu dengan Allah dan karena Kebenaran (Al-Haqq) adalah salah satu nama Allah, maka ini berarti bahwa al-Hallaj menyatakan ketuhanannya sendiri. Kaum sufi sejaman dengan al-Hallaj juga terkejut oleh pernyataannya, karena mereka yakin bahwa seorang sufi semestinya tidak boleh mengungkapkan segenap pengalaman batiniahnya kepada orang lain. Mereka berpandangan bahwa al-Hallaj tidak mampu menyembunyikan berbagai misteri atau rahasia Ilahi, dan eksekusi atas dirinya adalah akibat dari kemurkaan Allah lantaran ia telah mengungkapkan segenap kerahasiaan tersebut
Meskipun al-Hallaj tidak punya banyak pendukung di kalangan kaum sufi sezamannya, hampir semua syekh sufi sesungguhnya memuji dirinya dan berbagai pelajaran yang diajarkannya. Aththar, dalam karyanya Tadzkirah al-Awliya, menyuguhkan kepada kita banyak legenda seputar al-Hallaj. Dalam komentarnya, ia menyatakan, "Saya heran bahwa kita bisa menerima semak belukar terbakar (yakni, mengacu pada percakapan Allah dengan nabi Musa as) yang menyatakan Aku adalah Allah, serta meyakini bahwa kata-kata itu adalah kata-kata Allah, tapi kita tidak bisa menerima ucapan al-Hallaj, 'Akulah Kebenaran', padahal itu kata-kata Allah sendiri!". Di dalam syair epiknya, Matsnawi, Rumi mengatakan, "Kata-kata 'Akulah Kebenaran' adalah pancaran cahaya di bibir Manshur, sementara Akulah Tuhan yang berasal dari Fir'aun adalah kezaliman."

Kehidupan Al-Hallaj

Masa kanak-kanak

Al-Hallaj di lahirkan di kota Thur yang bercorak Arab di kawasan Baidhah, Iran tenggara, pada 866M. Berbeda dengan keyakinan umum, ia bukan orang Arab, melainkan keturunan Persia. Kakeknya adalah seorang penganut Zoroaster dan ayahnya memeluk islam.
Ketika al-Hallaj masih kanak-kanak, ayahnya, seorang penggaru kapas (penggaru adalah seorang yang bekerja menyisir dan memisahkan kapas dari bijinya). Bepergian bolak-balik antara Baidhah, Wasith, sebuah kota dekat Ahwaz dan Tustar. Dipandang sebagai pusat tekstil pada masa itu, kota-kota ini terletak di tapal batas bagian barat Iran, dekat dengan pusat-pusat penting seperti Bagdad, Bashrah, dan Kufah. Pada masa itu, orang-orang Arab menguasai kawasan ini, dan kepindahan keluarganya berarti mencabut, sampai batas tertentu, akar budaya al-Hallaj.

Masa remaja

Di usia sangat muda, ia mulai mempelajari tata bahasa Arab, membaca Al-Qur'an dan tafsir serta teologi. Ketika berusia 16 tahun, ia merampungkan studinya, tapi merasakan kebutuhan untuk menginternalisasikan apa yang telah dipelajarinya. Seorang pamannya bercerita kepadanya tentang Sahl at-Tustari, seorang sufi berani dan independen yang menurut hemat pamannya, menyebarkan ruh hakiki Islam. Sahl adalah seorang sufi yang mempunyai kedudukan spiritual tinggi dan terkenal karena tafsir Al-Qur'annya. Ia mengamalkan secara ketat tradisi Nabi dan praktik-praktik kezuhudan keras semisal puasa dan salat sunnat sekitar empat ratus rakaat sehari. Al-Hallaj pindah ke Tustar untuk berkhidmat dan mengabdi kepada sufi ini.
Dua tahun kemudian, al-Hallaj tiba-tiba meninggalkan Sahl dan pindah ke Bashrah. Di Bashrah, ia berjumpa dengan Amr al-Makki yang secara formal mentahbiskannya dalam tasawuf. Amr adalah murid Junaid, seorang sufi paling berpengaruh saat itu. Al-Hallaj bergaul dengn Amr selama delapan belas bulan. Akhirnya ia meninggalkan Amr juga.

[sunting] Ibadah haji

Pada tahun 892M, Al-Hallaj memutuskan untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Kaum Muslimin diwajibkan menunaikan ibadah ini sekurang-kurangnya sekali selama hidup (bagi mereka yang mampu). Namun ibadah haji yang dilakukan al-Hallaj tidaklah biasa, melainkan berlangsung selama setahun penuh, dan setiap hari dihabiskannya dengan puasa dari siang hingga malam hari. Tujuan al-Hallaj melakukan praktik kezuhudan keras seperti ini adalah menyucikan hatinya menundukkannya kepada Kehendak Ilahi sedemikian rupa agar dirinya benar-benar sepenuhnya diliputi oleh Allah. Ia pulang dari menunaikan ibadah haji dengan membawa pikiran-pikiran baru tentang berbagai topik seperti inspirasi Ilahi, dan ia membahas pikiran-pikiran ini dengan para sufi lainnya. Diantaranya adalah Amr al-Makki dan juga Junaid.

Menjadi guru

Usai membahas pemikirannya dengan sufi-sufi lain, banyak reaksi baik positif maupun negatif yang diterima oleh Al-Hajjaj yang kemudian memberinya keputusan untuk kembali ke Bashrah. Ketika al-Hallaj kembali ke Bashrah, ia memulai mengajar, memberi kuliah, dan menarik sejumlah besar murid. Namun pikiran-pikirannya bertentangan dengan ayah mertuanya. Walhasil, hubungan merekapun memburuk, dan ayah mertuanya sama sekali tidak mau mengakuinya. Ia pun kembali ke Tustar, bersama dengan istri dan adik iparnya, yang masih setia kepadanya. Di Tustar ia terus mengajar dan meraih keberhasilan gemilang. Akan tetapi, Amr al-Makki yang tidak bisa melupakan konflik mereka, mengirimkan surat kepada orang-orang terkemuka di Ahwaz dengan menuduh dan menjelek-jelekkan nama al-Hallaj, situasinya makin memburuk sehingga al-Hallaj memutuskan untuk menjauhkan diri dan tidak lagi bergaul dengan kaum sufi. Sebaliknya ia malah terjun dalam kancah hingar-bingar dan hiruk-pikuk duniawi.
Al-Hallaj meninggalkan jubah sufi selama beberapa tahun, tapi tetap terus mencari Tuhan. Pada 899M, ia berangkat mengadakan pengembaraan apostolik pertamanya ke batasan timur laut negeri itu, kemudian menuju selatan, dan akhirnya kembali lagi ke Ahwaz pada 902M. Dalam perjalanannya, ia berjumpa dengan guru-guru spiritual dari berbagai macam tradisi di antaranya, Zoroastrianisme dan Manicheanisme. Ia juga mengenal dan akrab dengan berbagai terminologi yang mereka gunakan, yang kemudian digunakannya dalam karya-karyanya belakangan. Ketika ia tiba kembali di Tustar, ia mulai lagi mengajar dan memberikan kuliah. Ia berceramah tentang berbagai rahasia alam semesta dan tentang apa yang terbersit dalam hati jamaahnya. Akibatnya ia dijuluki Hallaj al-Asrar (kata Asrar bisa bermakna rahasia atau kalbu. Jadi al-Hallaj adalah sang penggaru segenap rahasia atau Kalbu, karena Hallaj berarti seorang penggaru) ia menarik sejumlah besar pengikut, namun kata-katanya yang tidak lazim didengar itu membuat sejumlah ulama tertentu takut, dan ia pun dituduh sebagai dukun.
Setahun kemudian, ia menunaikan ibadah haji kedua. Kali ini ia menunaikan ibadah haji sebagai seorang guru disertai empat ratus pengikutnya. Sesudah melakukan perjalanan ini, ia memutuskan meninggalkan Tustar untuk selamanya dan bermukim di Baghdad, tempat tinggal sejumlah sufi terkenal, ia bersahabat dengan dua diantaranya mereka, Nuri dan Syibli.
Pada 906M, ia memutuskan untuk mengemban tugas mengislamkan orang-orang Turki dan orang-orang kafir. Ia berlayar menuju India selatan, pergi keperbatasan utara wilayah Islam, dan kemudian kembali ke Bagdad. Perjalanan ini berlangsung selama enam tahun dan semakin membuatnya terkenal di setiap tempat yang dikunjunginya. Jumlah pengikutnya makin bertambah.

Akulah Kebenaran!' dan hari-hari terakhir

Tahun 913M adalah titik balik bagi karya spiritualnya. Pada 912M ia pergi menunaikan ibadah haji untuk ketiga kalinya dan terakhir kali, yang berlangsung selama dua tahun, dan berakhir dengan diraihnya kesadaran tentang Kebenaran. Di akhir 913M inilah ia merasa bahwa hijab-hijab ilusi telah terangkat dan tersingkap, yang menyebabkan dirinya bertatap muka dengan sang Kebenaran (Al-Haqq). Di saat inilah ia mengucapkan, "Akulah Kebenaran" (Ana Al-Haqq) dalam keadaan ekstase. Perjumpaan ini membangkitkan dalam dirinya keinginan dan hasrat untuk menyaksikan cinta Allah pada menusia dengan menjadi "hewan kurban". Ia rela dihukum bukan hanya demi dosa-dosa yang dilakukan setiap muslim, melainkan juga demi dosa-dosa segenap manusia.
Di jalan-jalan kota Baghdad, dipasar, dan di masjid-masjid, seruan aneh pun terdengar: "Wahai kaum muslimin, bantulah aku! Selamatkan aku dari Allah! Wahai manusia, Allah telah menghalalkanmu untuk menumpahkan darahku, bunuhlah aku, kalian semua bakal memperoleh pahala, dan aku akan datang dengan suka rela. Aku ingin si terkutuk ini (menunjuk pada dirinya sendiri) dibunuh." Kemudian, al-Hallaj berpaling pada Allah seraya berseru, "Ampunilah mereka, tapi hukumlah aku atas dosa-dosa mereka."
Tetapi, kata-kata ini justru mengilhami orang-orang untuk menuntut adanya perbaikan dalam kehidupan dan masyarakat mereka. Lingkungan sosial dan politik waktu itu menimbulkan banyak ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Orang banyak menuntut agar khalifah menegakkan kewajiban yang diembannya. Sementara itu, yang lain menuntut adanya pembaruan dan perubahan dalam masyarakat sendiri.
Tak pelak lagi, al-Hallaj pun punya banyak sahabat dan musuh di dalam maupun di luar istana khalifah. Para pemimpin oposisi, yang kebanyakan adalah murid al-Hallaj, memandangnya sebagai Imam Mahdi atau juru selamat. Para pendukungnya di kalangan pemerintahan melindunginya sedemikian rupa sehingga ia bisa membantu mengadakan pembaruan sosial.
Pada akhirnya, keberpihakan al-Hallaj berikut pandangan-pandangannya tentang agama, menyebabkan dirinya berada dalam posisi berseberangan dengan kelas penguasa. Pada 918M, ia diawasi, dan pada 923M ia ditangkap.
Al-Hallaj dipenjara selama hampir sembilan tahun. Selama itu ia terjebak dalam baku sengketa antara segenap sahabat dan musuhnya. Serangkaian pemberontakan dan kudeta pun meletus di Baghdad. Ia dan sahabat-sahabatnya disalahkan dan dituduh sebagai penghasut. Berbagai peristiwa ini menimbulkan pergulatan kekuasaan yang keras di kalangan istana khalifah. Akhirnya, wazir khalifah, musuh bebuyutan al-Hallaj berada di atas angin, sebagai unjuk kekuasaan atas musuh-musuhnya ia menjatuhkan hukuman mati atas al-Hallaj dan memerintahkan agar ia dieksekusi.
Akhirnya, al-Hallaj disiksa di hadapan orang banyak dan dihukum di atas tiang gantungan dengan kaki dan tangannya terpotong. Kepalanya dipenggal sehari kemudian dan sang wazir sendiri hadir dalam peristiwa itu. Sesudah kepalanya terpenggal, tubuhnya disiram minyak dan dibakar. Debunya kemudian dibawa ke menara di tepi sungai Tigris dan diterpa angin serta hanyut di sungai itu.

KITAB KUNO DI GUA QUMRAN

Qumran, the Dead Sea Scrolls

 BY; Rosyid


Qumran terletak di daerah pegunungan Yudea, di selatan kota Jericho, tepatnya di bagian barat Laut Mati. Di sana terdapat sebuah museum berisi manuskrip (gulungan-gulungan kitab tua) yang berumur ribuan tahun, ditulis oleh kaum Esenik (Yahudi non Kristen).
Kitab-kitab tersebut menulis tentang nubuatan kedatangan Yesus Kristus, jauh sebelum Dia dilahirkan.

Pada jaman Yesus, Alkitab sering menjelaskan mengenai 2 kaum orang Yahudi, yakni Kaum Saduki dan Kaum Farisi. Kaum Saduki, adalah orang-orang Yahudi yang berasal dari keluarga para Imam yang hidup di Yerusalem. Kehidupan mereka terkait dengan Bait Suci. Merekalah yang menentukan harga daging hewan-hewan kurban, oleh karena itu mereka adalah orang-orang yang kaya dan berpengaruh, punya kuasa untuk mengadili menurut adat Yahudi (Hukum Taurat). Salah seorang yang sangat terkenal adalah Kayafas.
Kaum Saduki tidak mempercayai hari kebangkitan. Kehidupan mereka cukup mewah. Mereka juga tidak percaya akan kedatangan Mesias. (Baca Mat 22:23-33)

Kis 23:8 ---> Sebab orang-orang Saduki mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetepi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.
Kaum Farisi, orang-orang Yahudi yang menafsirkan kitab-kitab Perjanjian Lama (Ahli Taurat). Penafsiran mereka selalu bertentangan dengan pengajaran Yesus yang menitik-beratkan pada Hukum Kasih. Namun mereka adalah kaum Mesianic, orang-orang yang percaya akan kedatangan Mesias (tapi tidak mempercayai Yesus sebagai Mesias yang mereka nanti-nantikan).

Nah, ada satu kaum orang-orang Yahudi yang tidak tertulis di dalam Alkitab. Mereka belakangan disebut Kaum Essene (Esenik) oleh ahli sejarah dan filsuf seperti Josephus Flavius (37 - 100 M) dan Pliny (23 - 79 M, era Yesus). Kaum Esenik adalah orang-orang yang kecewa dengan kaumnya lalu keluar dari Yerusalem dan membuat kelompok sendiri, hidup menyendiri di dalam gua-gua di daerah Padang Yudea. Mereka percaya akan hari kebangkitan (= kaum Farisi) dan mempunyai Imam sendiri (= kaum Saduki). Kegiatan mereka sehari-hari adalah mendalami dan melakukan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama (Taurat). Percaya akan Anak Terang yang dinubuatkan oleh kitab-kitab Perjanjian Lama. Oleh karena itu mereka sangat menantikan kedatangan Mesias. Mereka mempunyai buku pedoman hidup bernama The Manual of Discipline, berisi tentang hak dan kewajiban setiap anggota.

Manual of Discipline, courtesy facsimile-editions
Oleh Pliny atau Plinius(sahabat kaisar Titus), kelompok Esenik lebih tepat disebut sebagai sebuah sekte dengan sistem hirarki yang memiliki dasar hukum adat untuk menindak dan mengadili setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya. Tradisi Yahudi pada umumnya tetap mereka pegang teguh. Terbukti dari hasil penemuan Kolam Pentahiran (air wudhu bagi kaum Muslim).

Kolam Pentahiran
Tempayan Gulungan Kitab


Manuskrip tua
Manuskrip
(Pentahiran berbeda dengan Pembaptisan. Pentahiran bertujuan untuk menyucikan tubuh dari tercemar sesuatu yang najis ('kotor') dan dilakukan berkali-kali (terutama kaum wanita sedikitnya satu kali dalam sebulan).
Sedangkan Pembaptisan adalah pengampunan dosa dan dilakukan hanya satu kali untuk seumur hidup)

Hal-hal yang dianggap najis contohnya: memegang mayat, binatang haram, darah dan lainnya.
(Yesus membalikkan adat Yahudi ini dengan menyembuhkan orang kusta dengan cara memegang / menyentuhnya...Mat 8:1-4. Yesus mengatakan: "Akulah air hidup!"

Layaknya orang Yahudi pada saat itu, Kaum Esenik juga menggunakan tiga bahasa, yakni: Bahasa Ibrani, Bahasa Aramaic dan Bahasa Yunani. Bahasa Ibrani jarang sekali mereka pakai secara lisan karena merupakan bahasa suci. Mereka takut keceplosan mengucapkan kata-kata kotar yang akan mencemari bahasa Ibrani. Oleh karena itu bahasa sehari-hari mereka adalah Bahasa Aramaic.
(Contoh penggunaan tiga bahasa bisa dilihat dalam film Passion of Christ, di mana saat berada di Taman Getsemani bersama murid-murid-Nya, Yesus berbicara dalam bahasa Aramaic, ketika berhadapan dengan Kayafas, Dia memakai bahasa Ibrani dan saat ditanya Pontius Pilatus, Yesus menjawab dengan bahasa Yunani) 

Sekitar tahun 68 M, tentara Romawi masuk ke daerah Qumran dan Kaum Esenik-pun menyingkirkan diri tapi sebelumnya menyimpan gulungan-gulungan kitab tersebut di dalam tempayan dan disembunyikan di dalam gua-gua karena mereka berpikir akan kembali lagi setelah tentara Romawi pergi. Namun, ternyata tentara Romawi berkuasa di seluruh daerah Israel hingga ratusan tahun kemudian sampai akhirnya Kaum Esenik inipun lenyap.

Kando
courtesy faxcimile-editions
Pada January 1947, dua orang dari suku Beduin yaitu Mohammed ed-Dib bersama sepupunya menemukan gulungan-gulungan kitab tersebut di dalam gua-gua Qumran. Awalnya mereka kehilangan domba-dombanya dan mencari sampai ke dalam gua. Ketika melemparkan batu ke dalam gua untuk memancing suara domba-dombanya, mereka mendengar suara nyaring yang ditimbulkan oleh lemparan batu tersebut dan mengira mungkin batu yang mereka lempari mengenai sesuatu barang yang berharga (emas atau perak). Dan mereka sungguh kecewa karena ternyata yang mereka temukan hanyalah tempayan-tempayan rusak yang berisi gulungan yang terbuat dari bahan kulit dan kertas papyrus. Karena dianggap tidak berharga maka mereka membawa gulungan-gulungan tersebut ke Yerusalem untuk dijual kepada tukang sepatu. Dan inilah sungguh rencana Tuhan. Oleh tukang sepatu, orang-orang Beduin tersebut disuruh untuk menjualnya kepada seorang kolektor barang-barang antik bernama Khalil Eskander (nama panggilannya Kando). Ternyata Kando adalah seorang Kristen Orthodoks (Orthodoks Syria) yang mengerti akan tulisan-tulisan di dalam gulungan tersebut. Kando kaget luar biasa karena gulungan-gulungan tersebut adalah manuskrip dari beberapa kitab di Perjanjian Lama, di antaranya Kitab Yesaya dan Habakuk. 

Suku Beduin
courtesy facsimile-editions
Habakuk

Yesaya

Kemudian Kando menjualnya ke biara Santo Markus (Syrian Orthodox Monastery of St.Mark) seharga $97.20 (nilai uang pada tahun 1947). Cerita mengenai penemuan inipun terus berkembang sampai keasliannya dikonfirmasi oleh seorang Prof bidang arkeologi bernama Prof Eleazar Lipa Sukenik (kepala Hebrew University). Pengalian besar-besaranpun diadakan dan menemukan sejumlah 972 gulungan kitab kuno. Lelang kitab-kitab tersebut diadakan sampai mengiklankannya di harian Wall Street Journal, New York.
Akhirnya, pada 1 July 1954 gulungan-gulungan tersebut dibeli oleh Prof Mazar dan anak Prof Sukenik sendiri, Yigael Yadin seharga USD 250.000 (setara USD 2 juta nilai uang saat ini), dan disimpan di dalam Museum Rockefeller di Yerusalem. Saat ini gulungan-gulungan kitab tersebut sudah mempunyai 'rumah' sendiri, yakni Museum The Shrine of Book, Yerusalem.

Setiap tahun ribuan peziarah rohani dari berbagai penjuru dunia mengunjungi Qumran untuk melihat secara langsung lokasi penemuan kitab-kitab tersebut yang merupakan bagian dari kitab Perjanjian Lama. Umat Kristiani adalah penganut Alkitab Perjanjian Baru (Injil).
Pertanyaannya: Mengapa mereka tertarik pada penemuan kitab-kitab asli Perjanjian Lama?
Sebab...di dalam sejarah modern, sebagian ahli sejarah sering menyatakan bahwa Alkitab yang dipercayai oleh umat Kristiani selama ini telah diubah oleh pemimpin-pemimpin gereja di Vatikan (karena mereka menyimpan gulungan kitab-kitab aslinya di dalam gereja). Menurut para ahli sejarah tersebut, adalah sesuatu yang mustahil ratusan kitab yang ditulis pada ratusan bahkan ribuan tahun sebelum masehi semuanya selalu mengarah pada satu sosok, Yesus Kristus.

Dan...hari ini terbukti memang benar adanya. Apa yang tertulis di dalam gulungan-gulungan kuno tersebut SAMA dengan apa yang tertulis di Alkitab saat ini. Ini membuktikan bahwa apa yang dikatakan Tuhan sejak jaman Abraham sampai pada era Yesus Kristus, semua tetap sama dan terkait. Firman Tuhan adalah sama...dahulu, sekarang bahkan sampai selama-lamanya (Ibr 13:8).

PERUBAHAN DALAM INJIL

BY;Rosyid

Mengkritik Isi Injil Sebelum Dibaca

Kitab Suci
Kitab Suci
Saudara Karno mengatakan bahwa di dalam kitab Injil ’selalu terjadi perubahan’, dan ‘di berbagai versi tersebut banyak sekali kalimat yang bertentangan satu sama lain.’  Kami merasa heran karena Sdr. Karno berani mengatakan demikian sementara ternyata belum membaca Injil.

Contoh Konkrit Perubahan Alkitab

Kami meminta supaya Sdr. Karno dapat menyebutkan secara spesifik ‘pertentangan’ yang dituduhkan.  Memberikan satu contoh konkrit ‘perubahan-perubahan’ yang menurutnya banyak sekali.  Bagian atau ayat mana yang telah diubah. Apa tujuan orang Kristen mengubahnya?  Dan kapan mereka mengubahnya?

Terjemahan-Terjemahan Alkitab dan Al-Quran

Memang ada banyak terjemahan Alkitab.  Demikian juga halnya Al-Quran. Kami bahkan memiliki, membaca, dan mempelajari empat terjemahan Al-Quran bahasa Inggris.  Jika diperhatikan, ternyata cukup banyak perbedaan terjemahan yang kami temukan pada empat terjemahan bahasa Inggris yang kami miliki.

Naskah Asli Alkitab dan Al-Quran

Memang tidak ada naskah asli dari tulisan nabi Musa, nabi Daud maupun Injil.  Namun ada naskah-naskah tua yang masih disimpan di beberapa museum.  Naskah-naskah itu telah ada jauh sebelum agama Islam ada, yaitu ratusan tahun sebelumnya. Bagaimana dengan naskah asli Al-Quran?  Jelas tidak ada!  Tapi Sdr. Karno menjawab ‘Allah berkata menjaga Al-Quran sampai akhir jaman’.  Ini memang sesuai dengan Qs 6:34 “Tak ada seorangpun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah.“  Tetapi bila Allah yang maha kuasa dapat menjaga wahyu Al-Quran, apakah Ia tidak berkuasa menjaga wahyu sebelumnya, yaitu kitab Injil?

Kontradiksi dalam Al-Quran?

Yang cukup membingungkan kami adalah, adanya kontradiksi antara Qs 6:34 tadi dengan Qs 2:106, “Apa saja ayat yang Kami naskahkan atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya.“  Jika demikian, manakah ayat berikut ini yang merupakan pesan Allah: Qs 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam),” atau Qs 8:39 “Dan perangilah mereka supaya jangan ada (fitnah) dan supaya agama itu semata-mata bagi Allah.“?

KISAH CINTA SEEKOR KADAL DARI JEPANG

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok.Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun?
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya …. astaga!!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

6 PENEMUAN YANG TIDAK BISA DIJELASKAN IPTEK

BY;Rosyid
The Voynich Manuscript

The Voynich manuscript adalah buku kuno yang terbukti sukses membuat para ilmuwan terlihat bodoh, seakan buku ini mengatakan, “Figure THIS out, fuckwads.” tapi nyatanya buku ini merupakan sebuah buku text yang menyimpan misteri dan maksud didalamnya, terdapat juga ilustrasi didalam buku kuno ini. Sebenarnya tulisan tersebut merupakan bahasa, tapi tak seoarngpun tidak tahu maksudnya. Dan pasti ada maksud dibalik tulisan tersebut.

Tak ada kepastian siapa yang menulis ini, bahkan kapan buku tersebut ditulis.
Kenapa ngga bisa dijelaskan?

Janganlah dicoba. Expert military code-breakers, cryptographers, mathematicians, linguists, orang² tersebut pun gagal dalam memecahkan kode tulisan ini, tidak diketahui mengapa mereka dapat tidak mengetahui satu katapun


The Antikythera Mechanism

Antikythera mechanism adalah sebuah barang kuni, yaitu sebuah pecahan mesun tua yang ditemukan di bangkai kapal dekat Yunani, yang akhirnya diketahui barang tersebut berasal dari 100 tahun sebelum masehi. Antikythera mechanism memiliku banyak gear dan berstruktur aneh yang jarang ditemukan lagi selama 1000 tahun.
Kenapa Tidak Bisa Dijelaskan?

Pertama, karena tak satupun orang tau dimana Antikythera mechanism dibuat. Keanehan alat ini sungguh tak masuk akal pada eranya. Pada bentuknya diketahui alat ini digunakan untuk mempelajari astronomi, tapi bagaimana bisa diciptakan alat itu pada saat ilmuwan saat itu masih belum mengetahui hukum grafitasi dan bagaimana tubuh kita bergeerak?


The Baigong Pipes

Di suatu area di China, tempat dimana tidak dihuni penduduk. terdapat tiga pintu pipa segitiga yang dipenuhi besi dan rongsokan yang sudah berkarat di sekitar tepi gunung. Beberapa pipa menusuk jauh ke dalam gunung. Tapi beberapa pipa malah menyambung ke sebuah kolam danau yang asin. masih banyak lagi pipa² yang tidak dketahui dimana letaknya. beberapa ada yang panjangnya 40cm, dan beberapa ada juga yang lebih pendek, tapi sepertinya pipa diletakkan untuk menyusun sebuah bentuk tertentu.
Kenapa tidak dapat dijelaskan?

tapi masalahnya pipa itu diketahui dibuat dari zaman batu. dimana manusia masih bingung bagaimana cara memasak daging dengan matang tanpa membakar rambutnya sendiri,bahkan ada beberapa anggapan ini merupakan tempat melandasnya UFO


The Giant Stone Balls of Costa Rica

Costa Rica dan daerah sekitarnya dikejutkan dengan penemuan batu bola yang bundar dengan bentuk sempurna sekali. Tidak hanya satu yang ditemukan, tetapi banyak, ada yang kecil, ada juga yang setinggi manusia. Tidak diketahui bagaimana secara tiba² batu ini ada dimana² menyebar di Costarica, layaknya lapangan golf yang super besar.

Beberapa batu bahkan sudah ada yang dicoba untuk diledakkan, mereka berharap mereka dapat menemukan harta karun, biji kopi, bahkan bayi didalamnya, mungkin . Beberapa batu sudah ada yang digulingkan, tapi beberapa masih terlalu berat untuk ditarik buldozer.
Kenapa tidak dapat dijelaskan?
masih menjadi misteri dan bagaimana batu ini bisa terbentuk. Jika batu ini terbentuk dari zaman dahulu, bagaimana bisa pada era itu manusia membuat batu besar seberat ini menjadi sehalus itu


The Baghdad Batteries

The Baghdad Batteries adalah sebuah artifact yang ditemukan di Mesopotamia yang diketahui dibuat pada zaman awal masehi. Benda ini seperti perlengkapan orang mesir zaman dahulu ketika berpergian. Ketika seorang arkeologis sadar dia bukan hanya menganalisa sebuah pot, dia langsung kaget ketika ia tau itu adalah sebuah baterai, karena pot tersebut berisi cairan baterai seperti cairan acid corrosion.
Kenapa tidak dapat dijelaskan?

Jelas saja tak dapat dijelaskan. Bagaimana bisa manusia pada zaman itu membuat cairan baterai dan menggunakannya sebagai lampu? sekali lagi IPTEK gagal menjelaskannya.


BLOOP!

apaan tuh? kentut? bukan! pada tahun 1997, National Oceanic and Atmospheric Administration merekam suara aneh di lautan. ANEH dan KERAS! Yang lebih anehnya lagi, ketika ilmuwan mempercepat suara ini 16x dari normal, suaranya seperti penyiraman kotoran pada toilet
klik gambar speaker untuk degerin suaranya

WIKIPEDIA